April 12, 2007

Kotoran Hewan Bisa Jadi Energi Alternatif

Posted in kliping tagged , , , , at 10:27 am oleh Pak Tas

Suara Merdeka, Kamis, 26 Agustus 2004 : 15.01 WIB

Bogor, CyberNews. Peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menemukan energi alternatif yang terbarukan atau gas bio dari  limbah nata de coco yang dicampur dengan kotoran hewan.”Sebenarnya, jika industri mau bersusah sedikit saja limbah cair nata de coco dapat disulap menjadi energi terbarukan untuk keperluan sehari-hari. Bahkan bisa menggantikan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil di masa yang akan datang,” demikian diungkapkan humas IPB dalam siaran persnya kepada SM CyberNews.

Hal ini karena limbah nata de coco merupakan sumber bahan baku penghasil gas bio dan pupuk organik yang sangat potensial mengingat jumlah limbah yang dihasilkan cukup besar (10-20 persen dari total produksi).

Disebutkan, pemanfaatan limbah nata de coco sebagai energi alternatif yang terbarukan atau gas bio ini dikembangkan oleh mahasiswa S3 Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB), Zaitun. Zaitun kemudian menuliskan hasil penelitiannya dalam disertasinya yang berjudul ‘Pengelolaan Limbah Industri Kecil Nata De Coco Melalui Teknologi Produksi Gas Bio dan Pemanfaatannya sebagai Pupuk Organik Cair’.

Menurut Zaitun, bahan baku pembuatan gas bio merupakan campuran limbah nata de coco dan kotoran sapi dengan 4 macam perlakuan yakni T1, T2, T3 dan T4. Formulasi T1 terdiri dari 75 persen nata de coco + 25 persen kotoran sapi.

“T2 terdiri dari 50 persen limbah nata de coco + 50 persen kotoran sapi. T3 tersusun atas 25 persen limbah nata de coco + 75 persen kotoran sapi. Sedangkan T4 berasal dari 100 persen kotoran sapi. Bahan baku tersebut diproses dalam pencerna anaerobic selama 30 hari,” jelas Zaitun.

Dijelaskan, sebenarnya dibanding kotoran sapi, kotoran babi, ayam dan kuda lebih baik, sebab rantai karbon-nya lebih banyak. Tetapi Zaitun kemudian memilih kotoran sapi, karena disekitar lokasi penelitiannya banyak dijumpai peternakan sapi dan sulit ditemui peternakan babi, ayam serta kuda.

“Manfaat lain yang diperoleh dari penggunaan kotoran sapi itu adalah mengurangi pencemaran lingkungan,” ujarnya.

Wanita kelahiran Pemantang Siantar, 12 Mei 1969 ini melakukan penelitian pendahuluan di Laboratorium Kimia dan Lingkungan, Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB. Sementara percobaan pembuatan gas bio dan penerapan pemanfaatan limbah gas bio dilaksanakan di Desa Jabon Mekar, Parung, Bogor terhitung bulan Agustus 2001 hingga November 2003.

Gas bio hasil penelitian Zaitun merupakan campuran berbagai gas seperti gas metana, gas hidrokarbondioksida, gas dihidrogen sulfur, dan gas nitrogen dioksida. Kandungan gas metananya cukup tinggi, untuk T3 sebesar 82,97 persen dan T4 81,35 persen.

Gas bio yang dihasilkan dari perlakuan T3 dan T4 ternyata dapat dimanfaatkan untuk memasak dengan produksi gas bio sebesar 44,07 liter per hari pada T3 dan 49, 88 liter per hari T4. “Pemanfaatan gas bio untuk memasak 1 liter air hingga mendidih. Pada perlakuan T3 membutuhkan 30,1 liter gas bio selama 17 menit 23 detik. Adapun pada perlakuan T4 membutuhkan 36 liter gas bio selama 20 menit 47 detik,” ungkapnya.

Zaitun memperkirakan sehari sebuah industri nata de coco memasak air 125 liter, berarti dibutuhkan kurang lebih 10 unit pencerna anaerob. Sehingga bila dikonversikan sebuah industri membutuhkan 2000 liter limbah cair per hari.

Selain itu, setelah dianalisis limbah gas bio yakni berupa cairannya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Limbah cair tadi diketahui mengandung berbagai unsur hara (N,P,K,Ca,Mg,S,C-organik, Fe, Mn, Cu, Zn, B) yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman dan pHnya berkisar 5,36 -7,03.

Pemberian pupuk organik cair dapat meningkatkan produksi tanaman selada segar. Ditinjau sisi ekonomis pupuk cair hasil limbah gas bio perlakuan T3-lah yang paling menguntungkan dengan selang waktu penyiraman satu kali seminggu. “Karena mampu meningkatkan bobot segar tanaman menjadi 79,203 gram dibandingkan bobot segar tanaman yang diberi pupuk anorganik (TSP) hanya bisa menaikkan 8,95 gram,” ujarnya.

Dari segi kelayakan usaha, menurut Zaitun, pembuatan gas bio dan budidaya tanaman selada organik pada T3 (dengan selang waktu penyiraman pupuk organik cair satu kali seminggu) layak dilakukan.( habieb sl/Cn08 )

Sumber: http://www.suaramerdeka.com/cybernews/harian/0408/26/nas10.htm

About these ads

5 Komentar »

  1. johan said,

    makasih infonya saya jug asedang intents mendalami limbah nta de coco dan sejenisnya

  2. Pak Tas said,

    Syukur kalau bermanfaat. Semoga proyek limbah nata de kokok nya berhasil.

  3. Saya lagi melaksanakan pengabdian di masyarakat, kebetulan di daerah saya praktek ada permasalahan dengan kotorang kuda yang dibuang oleh para tukang delman, volumenya perhari cukup banyak karena ada kurang lebih 50 ekor kuda . Kira-kira kotoran kuda ini bisa dimanfaatkan untuk apa, bagaimana carannya (teknologinya) karena kalau tidak diatasai selain mengganggu kebersihan di jalanan juga menjadi sumber bibit penyakit , saya berharap ada yang bersedia membantu saya. (lokasi saya praktek di Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan). Atas bantuan dan sarannya sebelumnya saya ucapkan terimakasih

    Hormat Saya
    Iwan Subhanawan
    08122154727

  4. irna said,

    assalamualaikum.wr.wb. Saya irna dari SMA PGRI 1 Bekasi. Kebetulan saya ada tugas KTI, dan juga rencananya saya juga ingin meneliti tentang pengolahan kotoran hewan menjadi biogas, yang mungkin mirip dengan penelitian yang Bapak/Ibu/Kakak buat,tetapi saya kurang begitu mengerti tentang cara mengolahnya. Ehmmm….. bisakah Bapak/IBU/Kakak membatu kami dalam penelitian ini ?
    Sebelumnya kami ucapankan terimakasih, apabila Bapak/Ibu/Kakak bersedia membantu saya dkk, tolong kabari di no 089636267226 atau 083898127569.

    Hormat Saya

    Irna Ramdiani

  5. intan said,

    pa minta no hape nya ,,,, saya temennya irna,,,?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: