April 12, 2007

Kesempatan Indonesia untuk Hasilkan Energi dari Sampah

Posted in energi sampah tagged , , pada 10:32 am oleh Pak Tas

Available in: English

Bali – Indonesia, 8 September 2005 – Bank Dunia, bekerjasama dengan Kementrian Negara Lingkungan Hidup Indonesia, menyelenggarakan lokakarya selama dua hari mengenai pengembangan fasilitas gas di tempat pembuangan sampah akhir (TPA) di Bali beberapa waktu lalu. Lokakarya ini memberikan kesempatan untuk membagi informasi yang berguna mengenai pemanfaatan gas di TPA, sebuah teknologi yang mengumpulkan gas yang diproduksi oleh TPA dan menggunakannya sebagai bahan bakar atau untuk menghasilkan tenaga listrik. Turut dibahas juga adalah kesempatan-kesempatan pembiayaan yang unik yang tersedia bagi proyek-proyek ini dikarenakan kemampuannya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, gas yang berkontribusi terhadap perubahan iklim global. Para peserta termasuk pembicara internasional mengenai topik-topik ini, perwakilan dari instansi pemerintah, sektor swasta serta pemerintah-pemerintah setempat. Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar, turut berbicara dalam konperensi ini.  “Sebagai bangsa yang berpenduduk terbanyak ke-empat di dunia, Indonesia saat ini menghadapi sebuah masalah serius mengenai limbah padat yang dihasilkan terutama dari rumah-tangga. Volume limbah padat perkotaan akan bertambah banyak 2 sampai 4 persen per tahunnya; kita sangat memerlukan infrastruktur yang memadai dan sistem pengelolaan yang dibutuhkan untuk pengelolaan yang tepat atas pembuangan sampah dan limbah,” tutur Rachmat Witoelar, Menteri Negara Lingkungan Hidup.Gas di TPA mengandung gas metane yang mudah terbakar dan diproduksi apabila limbah padat mengurai dalam TPA atau tempat pembuangan sampah yang besar. Ini berkontribusi terhadap perubahan iklim global, polusi udara setempat serta meningkatkan resiko kebakaran dan ledakan pada lokasi-lokasi TPA. Fasilitas gas di TPA menyediakan suatu cara untuk mengurangi masalah yang berhubungan dengan emisi gas TPA sambil memproduksi tenaga listrik atau menyediakan bahan bakar bagi suatu industri. “Meskipun sudah lazim di banyak negara lain di dunia, fasilitas gas tempat pembuangan sampah akhir masih relatif baru di Indonesia,” Josef Leitmann, Spesialis Lingkungan Hidup di Kantor Bank Dunia di Jakarta. “Dengan masuknya pemberlakuan Protokol Kyoto, fasilitas gas tempat pembuangan sampah akhir mempunyai kesempatan untuk memperoleh pembiayaaan berdasarkan Mekanisme Pembangunan Bersih (CDM)  yang memberikan penghargaan kepada program-program di Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca”.

Melalui Mekansime Pembangunan Bersih (Clean Development Mechanism atau CDM), negara-negara maju dapat memenuhi komitmennya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dengan membiayai sebuah program di Indonesia dalam sejumlah uang tertentu (lazimnya Rp.30.000-Rp.50.000 untuk ekuivalen 1 ton karbon dioksida) untuk setiap ton gas rumah kaca yang berhasil dikurangi selama operasi proyek. Sumber pembiayaan yang potensial ini dikombinasikan dengan modernisasi sektor limbah padat dan volume limbah yang besar yang dihasilkan oleh kota-kota besar di Indonesia sedang tumbuh di antara sektor swasta dan kotapraja, dengan beberapa program yang sedang dalam pembahasan. Meskipun demikian, pengetahuan mengenai teknologinya, potensinya di Indonesia dan mekanisme pengembangan proyeknya belum tersebar luas. Demikian juga,  pemahaman mengenai analisa dan prosedur yang dibutuhkan untuk mengakses pembiayaan melalui Mekanisme Pembangunan Bersih belum tersebar luas di antara kotapraja dan sektor swasta. “Penggunaan gas tempat pembuangan sampah akhir merupakan opsi yang menarik dan Indonesiapun akan memperoleh manfaat yang cukup banyak dari pelaksanaan Mekansime Pembangunan Bersih (CDM) menuju ke pencapaian sasaran-sasaran pembangunannya yang berkelanjutan,” tutur Rachmat Witoelar, Menteri Negara Lingkungan Hidup.

Lokakarya menyediakan gambaran ikhtisar mengenai keadaan limbah padat Indonesia dan prospek-prospeknya untuk penggunaan gas tempat pembuangan sampah akhir, serta pembahasan mengenai pembiayaan yang tersedia melalui Mekanisme Pembangunan Bersih (CDM) untuk pengembangan berbagai program di Indonesia turut dibicarakan.

Sumber: http://web.worldbank.org/

2 Komentar »

  1. nadhif said,

    seharusnya mahasiswa tuch diwajibkan menempuk mata kuliah Solid Waste Management………..

  2. yaya said,

    1 nadhif

    seharusnya mahasiswa tuch diwajibkan menempuk mata kuliah Solid Waste Management………..

    Yoooooooiiiiiiiiiiiiiiiii…………
    pi bkn cm solid… tp liquid and gas juga


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: