April 12, 2007

Limbah Biomassa Menjadi Energi Alternatif Atasi Mahalnya BBM

Posted in energi sampah tagged , , , pada 10:16 am oleh Pak Tas

Republika, Minggu, 16 Oktober 2005  20:06:00

Bogor-RoL– Peneliti sekaligus staf pengajar mata kuliah Energi dan Elektrifikasi Pertanian Departemen Teknik Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Ir Sri Endah Agustina, MSc mengungkapkan, pemanfaatan limbah biomassa merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM).

“Peggunaan limbah (biomassa) untuk dikonversi menjadi produk lain yang memikili nilai tambah merupakan usaha pemanfaatan sumberdaya alam (SDA) yang `renewable`, yang bersifat `back to narure`,” katanya di Bogor, Minggu.

Dikemukakannya bahwa salah satu produk pertanian yang menghasilkan limbah biomassa adalah sekam padi, dimana limbah ini dapat diolah menjadi “briket biomassa” untuk bahan bakar.

Pembuatan briket dari biomassa selain sekam padi, kata dia, juga dapat diambil dari limbah kelapa sawit, pabrik kertas, penggergajian kayu, dan sejenisnya.

Sedangkan sasaran pengguna dari briket biomassa ini lebih diprioritaskan pada rumah tangga keluarga.

Menurut Sri Endah, yang juga Wakil Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) ini, briket dari biomassa tidak menghasilkan zat racun NOx dan SOx yang tinggi seperti yang terdapat pada briket batubara.

“Sehingga tidak berakibat buruk pada pernafasan pengguna produk. Selain itu, kelebihan lainnya adalah mudah dipadamkan karena tidak terbuat dari fosil,” katanya.

Menanggapi kampanye pemerintah tentang penggunaan briket batubara, ia menyatakan kurang respek jika kampanye tersebut ditujukan kepada ibu rumah tangga.

Pasalnya, jika ditinjau dari kebutuhan energi tidak efektif dan efisien.

“Taruhlah kita mau memasak mie instan (dengan briket batubara), untuk menyalakan kompornya saja dibutuhkan waktu yang lama. Belum lagi nanti mematikan bara apinya susah sekali. Jadi memasaknya hanya lima menit, lima jam kemudian bara apinya baru mati. Apakah ini (justru) tidak pemborosan energi,” katanya.

Briket batubara

Namun Kepala Pusat Informasi Teknologi Pertanian (PITP) itu mengatakan sependapat jika kampenye briket batubara ditujukan kepada rumah tangga industri.

“Kalau untuk industri saya setuju. Sebab dalam industri besar, biasanya keamanan dan kesadaran tentang arti pentingnya kesehatan sudah diperhatikan oleh industri. Selain itu, ada pengawasan dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan,” katanya.

Mengenai peran Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam kaitannya dengan kampanye penggunaan energi alternatif briket biomassa, ia mengatakan bahwa Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Institut Pertanian Bogor (LPPM IPB) bisa memberikan penyuluhan kepada warga sekitar untuk mengolah limbah pertanian seperti sekam padi, serbuk gergaji, sampah, dan sejenisnya menjadi briket biomassa.

“Dalam skala kecil-rumah tangga, sudah dibuat alat pembuat briket biomassa. Alat ini sangat membantu ibu rumah tangga untuk mendapatkan bahan bakar sebagai pengganti minyak tanah,” katanya. ant/pur

Sumber: http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=217526&kat_id=23

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: