Oktober 26, 2008

Dijajaki Pengembangan Bio Energi Limbah Kayu

Posted in berita energi tagged , , , , , , , pada 9:03 am oleh Pak Tas

By Republika Contributor
Selasa, 14 Oktober 2008 pukul 13:50:00

JAKARTA — Forum Regional Asia Pasifik yang terdiri atas 10 negara membahas kemungkinan pengembangan energi alternatif berupa bio energi yang berasal dari limbah kayu. “Semua negara di dunia mencoba mencari energi alternatif yang terbarukan. Saya harap hasil pertemuan forum ini dapat menghasilkan suatu rekomendasi atau formulasi signifikan untuk pengembangan bio energi berbasis kayu,” kata Menteri Kehutanan, MS Kaban, seusai membuka diskusi Forum Regional Asia Pasifik ini di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, banyak kemungkinan energi alternatif terbarukan dapat diciptakan dari sektor kehutanan. Ini memang menjadi salah satu pilihan banyak negara di dunia untuk dikembangkan. Indonesia, ujar Kaban, memiliki berbagai jenis tanaman yang dapat digunakan untuk energi alternatif, seperti nyamplung dan itu tersebar luas di Indonesia.

Keunggulan bio energi berbasis kayu, menurut Menhut,  cukup banyak, di antaranya dapat memperbaiki atau mendukung ketahanan energi nasional, mengurangi biaya operasional, dan efisiensi energi dalam industri perkayuan.

Selain itu, dia mengatakan, penggunaan limbah kayu untuk penciptaan bio energi ini dapat mengurangi emisi gas-gas rumah kaca dan mendukung pencapaian menajemen hutan lestari.

Kaban menyakini bahwa harga energi alternatif dari limbah kayu suatu saat akan mampu bersaing dengan harga minyak bumi yang berasal dari fosil mengingat sumber energi fosil semakin menyusut volumenya. “Harga minyak pasti akan semakin mahal. Nanti harga bio energi dari kayu ini juga akan kompetitif menyaingi harga minyak dari fosil kan.”

Sementara itu, menurut Direktur Eksekutif International Tropical Timber Organization (ITTO), Emmanuel Ze Meka, pengembangan energi alternatif dari limbah kayu diyakini akan membuka lapangan kerja baru. Dari limbah industri kayu, menurut dia, dapat menciptakan industri baru yang membuat bio energi sehingga penyerapan tenaga kerja dapat dilakukan.

Diharapkan industri-industri ini akan dapat berkembang di daerah-daerah pedesaan dimana industri kayu berada, ujar dia. Sehingga selain dapat menggerakan perekonomian pedesaan, menyerap tenaga kerja, juga menciptakan energi baru bagi desa tersebut.

Kesepuluh negara yang ikut dalam Forum Regional Asia Pasifik adalah Kamboja, Fiji, India, Indonesia, Malaysia, Mianmar, Papua Nugini, Filipina, Thailand, Vanuatu, dan Nepal. ant/is

Sumber:

http://republika.co.id/launcher/view/mid/19/news_id/7584

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: