Oktober 26, 2008

Wah… Jerami Bisa Hasilkan Listrik

Posted in energi sampah, energi terbarukan tagged , , , , pada 6:30 am oleh Pak Tas

Jumat, 24 Oktober 2008 | 16:32 WIB

MEDAN, JUMAT- Perusahaan asal Rusia JSC PromSviaz Automatika berencana membangun pembangkit listrik menggunakan energi terbarukan berupa limbah tanaman padi, jerami, dan sekam di Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Nantinya, pembangkit listrik ini memiliki kapasitas 10 mega watts, dan bisa ditingkatkan hingga 20 MW, tergantung ketersediaan jerami dan sekam.

Hari Jumat (24/10) ini, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai menandatangani nota kesepahaman tentang pembangunan pembangkit listrik ini dengan perwakilan JSC PromSviaz, PLN Wilayah Sumatera Utara, dan perwakilan Babcock and Brown, lembaga finansial asal Australia yang rencananya mendanai pembangunan proyek tersebut.

Menurut Sahat M Sinaga perwakilan Xoma Power Nusantara, perusahaan yang akan menggandeng JSC PromSviaz dan Babcock and Brown, pembangkit listrik menggunakan sumber energi dari jerami dan sekam padi termasuk baru di Indonesia, meski pembangkit sejenis sudah ada di Thailand dan Rusia.

Tidak banyak yang tahu jerami dan sekam padi punya kandungan kalori yang cukup tinggi, sekitar 3.180 kalori per kilo gram. Orang sering salah menganggap pembakaran jerami hanya menghasilkan karbon. Kalau batu bara yang dijadikan sumber energi listrik memiliki kalori senilai 5.000 hingga 6.000 kalori per kilo gram.

“Dengan teknologi yang dimiliki Rusia, pembakaran jerami dan sekam pada suhu tertentu bisa memanaskan tungku boiler untuk menggerakkan turbin,” kata Sahat.

General Manager PLN Wilayah Sumut Manarep Pasaribu menyambut baik kerja sama ini. Menurut dia, saat ini mayoritas pembangkit yang ada di Sumut berbahan bakar minyak (solar jenis high spe ed diesel dan marine fuel oil), sehingga jika ada swasta yang membangun pembangkit menggunakan energi terbarukan, bisa membantu menurunkan biaya produksi listrik PLN.

“Tentu saja nanti listrik yang dihasilkan bisa dijual ke PLN dengan harga keekonomian menurut kami. Sebagai ukuran, kami mensubsidi pelanggan untuk satu KwH (kilo watts hour) sebesar Rp 1.600. Tingginya angka subsidi ini karena ongkos produksi listrik PLN di Sumut r ata-rata mencapai Rp 2.500 per KwH,” kata Manerep.

Sahat mengungkapkan, untuk menghasilkan listrik sebesar 10 MW diperlukan kurang lebih 80.000 ton jerami dan sekam. Dengan catatan semua sekam dan jerami bisa terkumpul sebanyak itu. “Saat ini kami tengah memproses studi kelayakan penggunaan jerami dan sekam di Sergai dan kabupaten-kabupaten sekitarnya,” katanya.

Bupati Sergai T Erry Nuradi mengatakan, saat ini yang diperlukan pengembang tinggal jaminan ketersediaan bahan baku berupa jerami dan sekam padi. Menurut Erry, dengan total luas panen di Kabupaten Sergai 78.000 hektar pertahun, wilayahnya mampu memasok kebutuhan jerami dan sekam untuk pembangkit listrik tersebut.

Dari 78.000 hektar luas panen di Sergai, jerami yang dihasilkan sekitar 400.000 ton jerami dan 80.000 ton sekam.

Belum lagi kalau jerami dan sekam ini bisa kami kumpulkan dari daerah-daerah di sekitar Sergai seperti Deli Serdang, Batubara dan Simalungun. “Tentu akan lebih banyak lagi jerami dan sekam yang bisa dimanfaatkan,” katanya.

Sumber:

http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/24/16324697/wah….jerami.bisa.hasilkan.listrik

1 Komentar »

  1. salam kenal Pak.

    artikel yang melegakan hati kita semua pak.
    sangat beroriantasi pada pemecahan masalah energi dan bahan bakar yang selama ini banyak dibicarakan.
    semoga kita bisa memanfaatkan secara luas.

    Saya Danan, 29 Th,
    saya seorang pengusaha muda (UKM)

    Jauh sebelum orang meributkan efisiensi energi dan energi alternatif, kami sudah melakukan penelitian selama 6 Tahun terakhir tentang tungku sekam, dan baru kami jual secara masal setelah saya memutuskan untuk usaha sendiri 2 tahun yang lalu.

    modal awal kami 1,5 jt waktu itu, Alhamdulillah setelah mulai lancar kami berhasil menjual 23 unit tersebar dari Banyuwangi hingga Tegal.

    bahan bakar dari produk yang kami buat adalah dari sekam, serbuk kayu, tempurung kelapa, ampas tebu, serabut kelapa, jerami kering bahkan daun kering. coba dibandingkan, lebih baik mana dibandingkan dengan kayu.

    saya pikir didepan mata kita sudah tersedia sumber energi terbaharui dengan sangat murah, cuman mungkin orang indonesia saja yang kurang mau tahu. di desa tempat saya tinggal para penduduk mulai kami pengaruhi sedikit demi sedikit untuk meninggalkan elpiji dan beralih ke tungku sekam rumah tangga buatan kami. pertimbangannya simple, karena faktor kebisaan dan perasaan kalo elpiji naik lagi gimana, sedangkan sekam, jerami dam serbuk kayu melimpah didesa kami. kalo dikota mungkin teknologi ini belum bisa diterima. Yang dikawatirkan selama ini kalo timbul polusi asap dari pembakaran, kami sudah bisa atasi, artinya bebas polusi asap.

    cuma, kami hanya sebuah UKM dengan masalah klise.
    Mohon Kami diberikan Informasi tentang program
    yang berkaitan dengan Tungku sekam yang kami produksi

    Bagaimana caranya untuk menjalin kerjasama agar produk kami dapat dinikmati lebih luas oleh semua masyarakat?

    untuk informasi keseriuasan kami bisa diperoleh dari
    http://www.santosorising.com

    Kami bersedia memberikan informasi tambahan yang mungkin diperlukan

    Terimakasih

    Danan Eko Cahyono, ST


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: