November 24, 2008

Memilih Sekam dan Tongkol Jagung

Posted in penelitian pada 4:01 pm oleh Pak Tas

Energi Alternatif
Memilih Sekam dan Tongkol Jagung

BANDUNG, KCM – Sebagai bangsa yang mayoritas makan nasi dan jagung, sudah selayaknya bangsa Indonesia ingat limbah padat pertanian yang tidak dimanfaatkan lagi atau biomassa dari padi yakni sekam dan limbah jagung berupa tongkol.

Pasalnya, mengacu pada isu pemanasan global, sekam padi dan tongkol jagung boleh jadi bakal dituding sebagai biang keladi melambungnya jumlah karbondioksida di udara jika upaya lanjutan yang dilakukan melulu dengan cara pembakaran sebagai tahap akhir pemusnahan. Ujung-ujungnya, bila kita tak pernah berusaha keras mencari manfaat lain kedua biomassa itu, peningkatan suhu berikut terlampauinya batas normal tinggi muka air laut terhadap daratan bakal gampang terealisasi di Tanah Air. Tentu, kita tidak mau Ibu Kota Jakarta segera menjadi “kota” bawah laut bukan?

Mari sejenak berhitung. Pada 2006 lalu, Indonesia mampu menghasilkan 54,66 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Dari jumlah itu, menggunakan  perhitungan rendemen 65 persen, sebanyak 35,53 juta ton adalah beras.  Jadi, sisa GKG sebanyak 19, 13 ton adalah sekam.

Lalu, jagung. Seturut catatan tahun lalu, dunia berhasil memanen 680  juta ton jagung. Di Indonesia, lebih dari 28 persen yakni 800 ribu  hektare dari 3 juta lahan sudah ditanami bibit jagung hibrida.

Nah, bisa dibayangkan, kalau seluruh limbah padi dan jagung itu  dibakar, berapa banyak sumbangan gas asam arang asal Negeri Zamrud  Khatulistiwa tercinta? “Padahal, dari penelitian saya, sekam dan  tongkol jagung bisa menjadi pilihan sumber energi alternatif, tidak  cuma dibakar,” kata Prof. Dr. Herri Susanto, peraih Tanoto Foundation  Professorship Award lewat judul penelitiannya bertajuk Penyempurnaan  Teknologi Gasifikasi Biomassa sebagai Sumber Energi Alternatif yang  Ramah Lingkungan, Senin (6/8) lalu.

Jadilah, penelitian tersebut disambut baik sebagai riset yang kelak hasilnya berdampak langsung bagi banyak masyarakat sekaligus  pelestarian lingungan, menyisihkan sepuluh proposal lainnya yang sampai  ke meja tim penilai lembaga nirlaba milik konglomerat Sukanto Tanoto  itu.  Alhasil, Prof. Dr. Herri Susanto pun memperoleh penghargaan  berupa donasi Rp1,2 miliar. “Dana tersebut untuk penelitian dalam  jangka waktu tiga tahun,” kata Direktur Eksekutif Tanoto Foundation  Ibrahim Hasan dalam kesempatan pemberian penghargaan itu.

Lebih lanjut, Prof. Herri, begitu sapaan akrab Guru Besar Madya  Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) kelahiran  Madiun 27 April 1953 itu, memaparkan, penelitian yang hasil akhirnya  akan dapat memacu produktivitas pertanian mulai dari suplai listrik  pedesaan hingga pengolahan hasil itu memang belum rampung. Beserta tim  pendukung, dirinya masih berupaya mengurai problem banyaknya arang  terbuang, kandungan tar yang masih tinggi hingga masih adanya senyawa  turunan fenol yang beracun pada air limbah bekas pembersih pada proses  gasifikasi.

Sebelumnya, pada Maret 2007, Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas  Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Prof.Dr.Ir. SM Widyastuti, M.Sc. yang  melakukan penelitian pada jamur ganoderma menerima penghargaan  dimaksud.
Penulis: primus

Sumber: Kompas Cybermedia, Kamis, 09 Agustus 2007

3 Komentar »

  1. Jessica Praganta said,

    memang benar tongkol jagung bisa jadi energi alternatif

  2. […] from: Energi Limbah [Translate] Tags: Jagung,  […]

  3. This would be a good sign, once we hadn’t expected to find quite definitely fine gold inside the stone. Father found its way to Melbourne a really sick man, anf the husband immediately underwent treatment by specialists for his throat trouble. Neighbours were few in number, high were only three other women living within the neighbourhood – all lived in a choice of bark huts or tents using young children.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: