November 24, 2008

Profesor ITB Mendapat Dana Penelitian Rp 1,2 Miliar

Posted in penelitian pada 4:07 pm oleh Pak Tas

Profesor ITB Mendapat Dana Penelitian Rp 1,2 Miliar

Senin, 06 Agustus 2007 | 20:13 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung:Herri Susanto, seorang profesor dari ITB, mendapatkan dana penelitian sebesar Rp 1,2 miliar. “Proposalnya kami pilih dari 19 proposal yang masuk,” ujar Direktur Eksekutif Tanoto Foundation Ratih S.A Loekito di Bandung, dalam acara penyerahan Tanoto Professorship Award secara simbolis di ITB, Senin.

Penelitian Herri berjudul “Penyempurnaan Teknologi Gasifikasi Biomassa Sebagai Sumber Energi Alternatif”. Menurut Herri, penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian dia saat meraih gelar doktor di ITB tentang pengolahan limbah sekam padi dan tongkol jagung menjadi listrik dan panas.

Herri mengatakan, dari 1 ton gabah bisa menghasilkan 600 kilogram beras dan 300 kilogram sekam padi. Sedangkan dari 1 ton bongol jagung, bisa menghasilkan 400 kilogram jagung biji dan 500 kilogram kilogram tongkol jagung.

Dari pengering dan penggilingan gabah sekitar 1 ton per jam, kata Herri, dihasilkan 300 kilogram sekam. Sekam ini, setelah melalui proses kimia dengan temperatur tinggi (gasifikasi), bisa menghasilkan bahan bakar untuk genset atau diesel. “Daya yang dihasilkan setara dengan 40 kilowatt listrik,” katanya.

Menurut Ketua Tanoto Foundation Ibrahim Hasan, proposal penelitian Herri sudah melalui dua tahap seleksi. Tahap pertama, kata Ibrahaim, berupa review secara teknis dari tim di ITB sendiri. “Sedangkan tahap dua ada panel dari Tanoto oleh pihak-pihak di luar ITB,” katanya.

Ibrahim menambahkan, Herri adalah penerima Tanoto Professorship Award yang kedua setelah pihaknya memberikan dukungan dana serupa kepada seorang professor dari Universitas Gajah Mada, Widyastuti awal tahun ini. “Dia melakukan penelitian pada jamur Ganoderma (sejenis jamur yang mengakibatkan akar dan batang tanaman menjadi busuk),” ujarnya.

Menurut Ratih, jika penelitian Herri ini berhasil, diharapkan masyarakat di daerah terpencil yang belum mendapat pasokan listrik bisa mendapat manfaatnya. “Mudah-mudahan kekurangan listrik bisa diatasi,” ujar Ratih. Rana Akbari Fitriawan

Sumber: Tempo Interaktif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: